GAMES TEMUKAN & AMBIL
"Jejak Firman di Alam"
Bacaan : Imamat 25:1-22
Tujuan :
- Membuat peserta menghubungkan Firman Tuhan dengan ciptaan di sekitar mereka.
- Melatih kepekaan membaca Alkitab dan menerapkannya secara konkret.
- Mengajak peserta menghargai lingkungan sebagai bagian dari pesan rohani.
Persiapan :
- Lokasi outdoor (dekat kali/taman/pantai)
- Alkitab & lembaran petunjuk berisi clue ayat.
- Kantong kecil untuk tiap kelompok (untuk menyimpan benda yang ditemukan)
- Benda alam seperti : batu, kayu, daun, air, pasir, bunga, tanah dll…
Contoh Clue :
Kejadian 28 : 18 - “Yakub mengambil batu dan membuatnya menjadi tugu."
Mazmur 1 : 3 – “Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air”
Yesaya 40 : 8 – “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu".
Kejadian 3 : 7 - "...Mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat"
Kejadian 6 : 14 - "Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir"
Cara Bermain :
Bagi peserta menjadi kelompok kecil.
Berikan 1 clue bacaan kepada setiap kelompok.
Mereka membaca ayat, menafsirkan lalu mencari benda di alam yang dimaksud.
Setelah menemukan, mereka kembali ke pos dan menjelaskan makna benda itu berdasarkan ayat bacaan/clue ayat.
Tim dengan penafsiran dan benda paling tepat dinilai paling baik.
Refleksi Akhir :
Game yang kita lakukan hari ini membuka mata kita bahwa ciptaan itu berbicara. alam bukan benda mati. Ia adalah teman seperjalanan iman kita. Setiap batu, daun, ranting, pasir serta tetes air mengingatkan kita pada kasih Tuhan dan tanggung jawab kita menjaga semuanya. Semua yang kita temukan, kita ambil dalam clue ayat tadi, kita diingatkan satu hal penting bahwa semua itu bukan milik kita.
Dalam Imamat 25, Tuhan memerintahkan bangsa Israel agar tanah diberi waktu untuk berisitrahat, karena tanah bukan milik mereka, tanah adalah milik Tuhan, kita hanya pendatang dan pengelola. Maka ketika kita menyentuh batu, daun, air dan kayu hari ini, kita tidak hanya menyentuh ciptaan, tetapi karya tangan Tuhan. Permainan tadi mungkin terasa menyenangkan, tapi juga mengajarkan satu hal yaitu apa yang diciptakan Tuhan tidak hanya untuk dinikmati, tetapi untuk dihormati. Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk membiarkan tanah beristirahat – karena ciptaan pun punya hak untuk bernafas. Kita sering lupa bahwa tanah yang diinjak, pohon yang ditebang, sungai yang dicemari adalah bagian dari sistem kehidupan yang Tuhan ciptakan dan kehendaki untuk harmonis dan adil.
Hari ini kita tidak hanya sedang memainkan sebuah games, tetapi kita juga diingatkan bahwa:
- Pemeliharaan ciptaan adalah ibadah.
- Berhenti sejenak dari eskploitasi alam adalah bentuk percaya kita pada penyediaan Tuhan.
- Membiarkan bumi beristirahat adalah tanda kita menghargai alam yang Tuhan berikan dan anugerahkan bagi kita untuk dinikmati.
- Menghargai dan memlihara alam bukan sekedar pilihan, tetapi tanggung jawab iman. Kita dipanggil untuk menjaga bumi ini bukan karena kita takut kehabisan sumber daya, tetapi karena kita mengasihi Sang Pencipta dan segala yang diciptakan-Nya.






